nih berita pertama, tentang bagi bagi batik gratis tadi jam 8.
Asyik, 3.000 Batik Dibagi Gratis di Bundaran HI
Jum'at, 02 Oktober 2009 | 15:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Jangan lewatkan kesempatan yang jarang terjadi ini. Sabtu (3/10) sekitar pukul 08.00 WIB, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, sejumlah pengusaha batik mengobral produknya kepada siapa saja yang datang ke sana.
Jumlah yang hendak dibagikan secara gratis itu sekitar 3.000 batik berbagai corak dan bentuk seperti baju, jaket, tas, lembaran kain, slayer, serta pernik-pernik yang bahannya dari kain batik. "Saya akan menyumbangkan sekitar 200 slayer batik bermacam-macam motif," ujar Komarudin Kudiya, pengusaha batik asal Cirebon kepada Tempo, Jumat (2/10).
Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat ini menjelaskan, tebar batik di jantung Ibu Kota untuk menandai diakuinya warisan budaya bangsa Indonesia itu oleh lembaga dunia, UNESCO. Melalui Departemen Perindustrian, kampanye produk batik diikuti oleh puluhan pengusaha batik. "Teman-teman dari pengusaha ada yang menyumbangkan 300 baju batik," ujar Komarudin.
Beragam jenis batik seperti batik tulis, katun, pabrikan hingga batik tangan, dibagikan kepada warga yang melintas di Bundaran HI itu secara cuma-cuma. "Sebagian peseta dan panitia acara berangkat dari Kantor Departemen Perindustrian."
Kampanye gemar memakai batik juga dikobarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Caranya, kepalda penduduk Jakarta dan sekitarnya, yang memakai batik pada Sabtu (3/10) sampai 7 Oktober, dipersilakan masuk museum di Jakarta tanpa dipungut biaya. Sejumlah tempat wisata tak mau ketinggalan. Pengelola rekreasi itu memberikan tiket masuk gratis sampai potongan 50 persen harga tiket jika pengunjung berbaju batik.
Deputi Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta Aurora Tambunan mengatakan kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral pengakuan batik Indonesia sebagai budaya dunia tak benda. "Kami sarankan masyarakat terus mamakai batik," katanya penuh antusias.
Masuk museum secara gratis, kata dia, hanya museum yang dikelola pemerintah DKI seperti Museum Fatahillah, Museum Bahari, Museum Wayang, Museum Keramik, Museum Tekstil, Museum Gajah (Nasional), dan Museum M.H. Thamrin.
Adapun untuk beberapa tempat wisata yang memberlakukan gratis masuk pada 5 Oktober bagi pemai batik adalah Taman Marga Satwa Ragunan. Sedangkan untuk Taman Impian Jaya Ancol memberikan akan potongan harga tiket masuk mulai dari kisaran 50 persen untuk tiket pintu masuk Ancol dan wahana di objek wisata tersebut.
Petugas Informasi Taman Impian Jaya Ancol, Angga, mengatakan promosi kepada pengguna batik mulai 5 hingga 9 Oktober. "Tidak gratis, tapi ada potongan harga tiket masuk hingga 60 persen," katanya.
enak tuh yg dapet batik gratis! gak bilang bilang! hehehehe
yang kedua tentang asal mula batik (dari wikipedia versi indonesia, klik untuk wikipedia versi inggris)
Batik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. UNESCO menunjuk batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya manusia pada 2 Oktober 2009.
[sunting] Cara pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.
- Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
- Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
| | Batik Jawa Hokokai 1942-1945 | Batik Buketan asal Pekalongan dengan desain pengaruh Eropa | |
| |
yang ini berita tentang batik jadi warisan budaya dunia
Batik Jadi Warisan Budaya Dunia
Selasa, 8 September 2009 | 03:19 WIB
Bogor, Kompas - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.
Batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia, sehingga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjelaskan hal itu seusai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/9).
”Kami melaporkan mengenai diangkatnya batik Indonesia menjadi representasi dari budaya tak benda warisan manusia,” ujar Aburizal.
Sebelumnya UNESCO menyatakan wayang dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.
”Yang berikutnya sedang dimasukkan sekarang adalah angklung. Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya bangsa kita,” ujar Jero Wacik.
Menko Kesra menjelaskan bahwa yang dimaksud budaya tak benda oleh UNESCO terdiri dari budaya lisan, cerita, termasuk bahasa, seni pentas, tari, wayang, adat istiadat kebudayaan masyarakat, kerajinan tradisional, dan semua benda yang terkait dengan lingkungan alam tersebut. Sementara budaya benda terdiri dari monumen, candi, pemandangan alam, dan sebagainya.
”Batik merupakan warisan budaya tak benda dari kemanusiaan. Ini penting. Kata kemanusiaan saya tekankan karena ini bukan hanya menyangkut Indonesia. Batik dianggap sebagai budaya yang asalnya dari Indonesia,” ujar Aburizal.
Turun-temurun
Penetapan kain tradisional batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia antara lain dengan menimbang batik sebagai kerajinan tradisional turun-temurun dari Indonesia yang kaya akan nilai budaya.
Dalam penilaiannya, UNESCO juga meneliti perlindungan yang diberikan Pemerintah Indonesia terhadap batik. ”Dipertanyakan apakah pemerintah melakukan safeguard (perlindungan dalam perdagangan) terhadap batik? Untuk itulah pemerintah membuat buku dan panduan pendidikan tentang batik yang disebarkan di sekolah-sekolah,” kata Aburizal.
UNESCO juga meneliti apakah Indonesia memiliki masyarakat batik, industri batik, konsumen pemakai, budaya, serta sejarah batik di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UNESCO menyetujui batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia. ”Insya Allah peresmiannya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai 2 Oktober di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,” ujar Aburizal lebih lanjut.
Kenakan batik
Terkait dengan peresmian batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, Presiden Yudhoyono meminta seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik. Menurut Aburizal, hal itu dimaksudkan Presiden sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap batik.
Pada kesempatan yang sama, Jero Wacik mengatakan, pengakuan UNESCO terhadap batik akan memperkuat tekad untuk terus membudayakan batik di Indonesia.
salut deh sama batik Indonesia
ya udah deh mungkin segitu aja, soalnya juga udah cape. akhir kata, LONGLIVE BATIK! Dan wasalam!